Persahabatan yang Lahir di Pesantren, Bertahan Seumur Hidup
"Teman sekamar yang awalnya menjengkelkan kini menjadi saudara terbaik. Persahabatan di pesantren punya kualitas yang berbeda."
Awal mondok, saya sekamar dengan 11 orang lain. Salah satunya, Fuad, sangat menjengkelkan. Suka begadang, sering nyanyi keras-keras, dan selalu meminjam barang tanpa bilang.
Tapi ada sesuatu yang ajaib dari tinggal bersama dalam satu kamar selama bertahun-tahun. Kamu melihat sisi terdalam seseorang—ketika dia menangis diam-diam karena rindu rumah, ketika dia bangun lebih awal untuk shalat tahajud, ketika dia berbagi lauk sederhana dengan setulus-tulusnya.
Fuad, teman yang awalnya menjengkelkan itu, kini adalah saudara terbaik saya. Dia yang paling pertama ada ketika Abi saya sakit. Dia yang menemani saya melamar kerja pertama kali. Dia yang jadi saksi pernikahan saya.
Persahabatan di pesantren lahir dari ujian bersama, tumbuh dari ketulusan, dan bertahan karena ada ikatan iman. Itulah yang membedakannya dari persahabatan di tempat lain.