Qurrota A'yun
Qurrota A'yun
Membentuk Generasi Qurani
Belajar Kitab Kuning di Usia 30 Tahun

Belajar Kitab Kuning di Usia 30 Tahun

Ustadz Hasan Basri
Ustadz Hasan Basri
Santri Dewasa Program Khusus · 2024 · 20 Februari 2024

"Saya guru SD yang memutuskan mondok di usia 30 untuk memperdalam ilmu agama. Tidak ada kata terlambat untuk belajar."


Orang bilang saya gila ketika memutuskan mondok di usia 30 tahun. Saya sudah punya keluarga, karir yang stabil sebagai guru SD, dan rumah sendiri. Tapi ada kekosongan yang mengganjal—saya mengajar Pendidikan Agama Islam, namun merasa ilmu saya tidak cukup mendalam.

Dengan izin istri yang luar biasa, saya mendaftar ke program khusus dewasa di Qurrota A'yun. Satu tahun penuh saya tinggal di pesantren, meninggalkan keluarga di Surabaya setiap Senin dan pulang setiap Jumat sore.

Awalnya minder. Teman-teman saya di kelas kebanyakan berusia 17–20 tahun. Mereka lebih cepat menghafal, lebih luwes berbahasa Arab. Tapi Pak Kyai selalu berkata: "Yang tua punya kematangan berpikir yang tak dimiliki yang muda."

Setahun berlalu. Saya pulang dengan bekal yang sangat berharga: kemampuan membaca kitab kuning, pemahaman nahwu yang cukup, dan yang terpenting—cara pandang yang lebih hikmah dalam mendidik anak-anak murid saya.

Ustadz Hasan Basri
Ustadz Hasan Basri
Santri Dewasa Program Khusus · 2024
💬 Tanya Dong!