Salah satu keunggulan Pondok Pesantren Qurrota A'yun adalah penerapan metode talaqi dalam proses hafalan Al-Qur'an. Metode ini telah terbukti efektif dan telah melahirkan lebih dari 200 hafidz-hafidzah Al-Qur'an sejak pesantren berdiri.
Apa itu Metode Talaqi?
Talaqi berasal dari kata 'laqa' yang berarti bertemu atau berjumpa. Dalam konteks hafalan Al-Qur'an, talaqi adalah metode di mana santri menyetorkan hafalan secara langsung (bertatap muka) kepada guru hafidz. Guru akan mendengarkan, mengoreksi tajwid dan makhraj, serta memberikan bimbingan personal kepada setiap santri.
Sistem Hafalan di Qurrota A'yun
Setiap santri memiliki jadwal setoran harian minimal ½ halaman (bagi pemula) hingga 1–2 halaman (bagi yang sudah lancar). Selain setoran hafalan baru, santri juga wajib muroja'ah (mengulang) hafalan lama setiap hari agar tidak mudah lupa.
Dengan sistem ini, santri yang tekun dapat menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu 3–5 tahun dengan kualitas yang terjaga. Alhamdulillah, metode ini telah teruji dan terus menghasilkan generasi penghafal Al-Qur'an yang berkualitas.